Empat Gangguan Penyebab Bayi Sulit Terlelap

Tak hanya orang dewasa, masalah tidur juga bisa dialami bayi. Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh ‘Consumer Reports’, seperti dkutip dari laman Modernmom.com menunjukkan, 20 persen dari semua anak di bawah usia lima tahun mengalami masalah tidur.

Masalah tidur bayi banyak diakui orang tua sangat sulit ditangani, terutama bila sering terjadi di malam hari. Perlu Anda ketahui, masalah tidur bisa dialami bayi ketika ia merasa lelah yang akhirnya menyebabkan si kecil menjadi rewel dan frustasi.

Namun, sebelum Anda dapat mengatasi masalah tersebut, penting untuk memahami jenis masalah yang dapat mempengaruhi pola tidur bayi.

Terbangun di malam hari
Menurut Divisi Kesehatan, University of Michigan, AS, masalah yang umum terjadi bayi baru lahir adalah sering terbangun di malam hari. Di tengah malam bayi bisa terbangun, karena ingin minum susu, atau bisa jadi karena suhu ruangan yang panas. Meskipun bangun malam adalah perilaku normal bagi bayi, namun jika terlalu sering dapat menyebabkan gangguan tidur saat si kecil beranjak balita.

Kurang tidur dapat mengakibatkan sistem kekebalan terganggu, bahkan bisa juga mengakibatkan perilaku bayi menjadi ekstrem seperti hiperaktif dan rewel. Karena itu, perlu Anda tahu, bayi tidak dapat menenangkan diri sendiri dan tidak bisa tertidur kembali tanpa bantuan ibu ataupun orang dewasa lainnya. Untuk menenangkannya berikan ASI atau timang dengan menggendongnya sambil memberikan ayunan perlahan.

Parasomnia

Gangguan tidur ini jarang terjadi pada bayi normal. Tapi, jika hal ini terjadi bisa disebabkan mimpi buruk, gigi gemeretuk dan gerakan yang tidak disengaja atau kedutan. Gangguan ini mengakibatkan bayi terbangun secara mendadak. Jika si kecil mengalami hal ini, tidak perlu khawatir, kondisi biasanya terjadi sesekali saja. Dan, kadangkala keluhan ini tetap bisa membuat bayi tidur pulas.

Siang pulas, malam terjaga
Di usianya yang masih dalam hitungan minggu, seringkali bayi justru sering memejamkan mata di siang hari. Namun, pada malam haru justru si kecil sering membuat orangtuanya bergadang. Jangan biasakan hal ini terjadi pada si kecil. Salah satu solusi, usahakan tidak membiarkan si kecil tidur terus menerus di siang hari. Ajak si kecil bermain usai dia mandi, sebelum mandi atau makan. Dengan begitu, bayi bisa lebih pulas tertidur di malam hari.

Gelisah
The Children’s Hospital of Pittsburgh melaporkan, rasa gelisah akan membuat bayi rewel dan sering menangis, terutama jika terpisah dari orang tua mereka. Gangguan ini biasanya dimulai saat usianya di bawah enam bulan. Bayi yang kerap merasa gelisah biasanya akan sulit ditenangkan. Hal itu bisa berlanjut hingga si kecil beranjak balita. Solusinya, redam kegelisahan bayi dengan membuat nyaman tempat tidurnya.

sumber: VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: