Panduan Memberikan Susu Formula Pada Bayi

Air Susu Ibu (ASI) dikenal sebagai makanan terbaik dan terlengkap kandungan zat gizinya untuk bayi. Karena itu, dianjurkan untuk memberikan ASI esklusif untuk bayi selama 6 bulan.

Namun, bagi ibu bekerja yang harus kembali ke kantor setelah 3 bulan cuti, kerapkali hadapi kendala untuk tetap memberikan ASI buat sang buah hati. Maka tak jarang dari mereka yang lebih memilih memberikan susu formula ketimbang ASI ekslusif .

“Susu sangat bermanfaat untuk pertumbuhan fisik, tulang dan gigi, kecerdasan, daya tahan tubuh dan melancarkan pencernaan. Untuk itu, asupan susu penting untuk bayi, terutama ASI, ” kata Nutritional Manager Frisian Flag Indonesia , dr. Tria Rosemiarti saat ditemui dalam acara Media Workshop ‘Sidik Jari Cerdas Frisian Flag’ di Balai Kartini, beberapa waktu lalu.

Namun, tak bisa dipungkiri, jika banyak orangtua terpaksa harus memberikan susu formula pada anaknya. Agar tak salah memilih susu formula sehingga anak tetap mendapat nutrisi seimbang, Tria memberikan tips yang layak dipraktekkan ibu bekerja. Antara lain:

  1. Ketahui kandungan gizi yang terdapat dalam label kemasan susu formula. Pilih yang memiliki kandungan gizi lengkap layaknya ASI (protein, asam amino, karbohidrat, lemak and asam lemak serta vitamin dan mineral)
  2. Pilih yang bisa berguna untuk daya tahan tubuh
  3. Saat membuat susu, gunakan air yang sudah dididihkan. Tapi, jangan langsung menggunakan air mendidih. Gunakan air hangat agar nutrisinya tidak hilang.
  4. Bila susu tidak langsung diminum, tidak boleh lebih dari 2 jam pada suhu kamar. Bila sudah lebih dari 2 jam, disarankan untuk tidak memberikan pada anak, dan sebaiknya dibuang. Karena, pada umumnya susu yang didiamkan lebih dari 2 jam, kemungkinan sudah terjangkit bakteri yang terpapar dari udara.
  5. Susu yang tidak habis diminum dapat bertahan 24 jam di lemari es. Sebaiknya dihangatkan terlebih dulu sebelum diberikan pada anak. Cara dihangatkannya, taruh dalam mangkuk berisi air panas sehingga udara panas akan mengalir melalui botol atau gelas, dan susu menjadi hangat kembali. Ingat, jangan rebus susu yang telah diseduh, karena nutrisinya akan hilang.

sumber: VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: