7 Mitos Masturbasi

Berbagai hal lucu mungkin anda dengar atau bahkan anda percaya mengenai masturbasi, ada yang bilang bikin buta, gila, bikin jerawat, tumbuh rambut, atau hal lain yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, tapi dipercaya gila-gilaan. Faktanya adalah masturbasi adalah hal yang paling sering dilakukan sekaligus dihina sebagai aktivitas seksual.
Sebenarnya, ada beberapa fakta dan mitos yang akan dibuktikan dibawah mengenai kebenarannya.

1. Masturbasi hanya bagi mereka yang muda.
Kenyataanya, aktivitas ini dapat berlangsung seumur hidup. Survey terus menerus menunjukkan bahwa antara 70 sampai 95% wanita dan pria dewasa melakukan masturbasi. Bahkan 46% mereka yang berusia 60 tahun masih bermasturbasi. Hal ini menunjukkan bahwa masturbasi tidak hanya bagi mereka yang muda, tapi juga bukan bentuk tindakan seks yang “belum dewasa”.

2. Masturbasi bukan “seks sesungguhnya”
Masturbasi sendiri adalah bentuk tindakan seksual, dengan hasil orgasme yang sesungguhnya pula. Dari sisi kesehatan, masturbasi adalah kegiatan seks yang dapat disamakan seperti pentrasi, oral seks, dan ciuman. Ditemukan juga bahwa mereka yang memiliki pasangan juga tetap bermasturbasi, jadi, masturbasi bukan hanya buat mereka yang sendirian.
3. Masturbasi buruk bagi kesehatan anda.
Pada tahun 1712, ada usaha untuk menjual “obat” yang dikatakan dapat menghentikan proses “polusi diri” ini, dan sebagai cara untuk beriklan, mereka mengatakan bahwa masturbasi buruk bagi kesehatan. Semua hal yang dikatakan bahwa masturbasi dapat membuat buta, membuat jerawat, atau membuat lutut kopong, sudah dibuktikan secara ilmiah bahwa hal ini sama sekali tidak benar. Sekarang hampir semua dokter dan peneliti sepakat bahwa masturbasi tidak bahaya

4. Laki-laki harus bermasturbasi, wanita tidak
Memang secara statistik hal ini benar, tapi bukan berarti bahwa hal ini terjadi karena “kebutuhan biologis” yang harus dipenuhi. Hal ini memang terjadi karena masturbasi pada wanita dianggap buruk, dan hal ini membuat keengganan dalam melaporkan kejadian sebenarnya. Tapi tidak ada riset yang membuktikan bahwa dorongan seksual bergantung pada gender.
5. Mereka yang berada dalam hubungan tidak perlu bermasturbasi.
Mitos ini banyak beredar, sehingga orang sering melakukan masturbasi secara sembunyi sembunyi. Survey menunjukkan bahwa semua orang bermasturbasi bahkan ketika mereka berada dalam hubungan. Pembaca playboy, yang 72% sudah menikah, tetap melakukan masturbasi, sementara 62% wanita menikah juga melakukan masturbasi.

6. Masturbasi terlalu banyak berbahaya.
Kecuali beberapa kasus yang sangat langka, masturbasi tidak berbahaya. Jika seseorang berada dalam dorongan konstan untuk bermasturbasi atau tidak dapat melalukan kegiatan seksual lain selain masturbasi, maka sudah saatnya seseorang ini menemui ahli kesehatan mental. Tapi masturbasi, sebulan sekali atau tiga kali sehari, tidak memiliki bahaya secara khusus.
7. Hanya orang tertentu saja yang bermasturbasi
Survey membuktikan bahwa mitos ini salah. Baik anda berusia 19 atau 99, relijius, sekuler, liberal ataupun konservatif, selama anda bisa melakukannya, bahkan diatas kursi roda ataupun roller skate, anda dapat terus melakukannya tanpa takut resiko.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: